Pages


Al-kisah diriku~

My photo
.::Love marshmallow::. .::Love to talk::. .::143 tillTheEndOfMyLife::.
Showing posts with label info. Show all posts
Showing posts with label info. Show all posts

Friday, August 12, 2011

Disebalik Arus Lawan Jam...

Assalamualaikum wbt...
Terjaga dari lena seawal 4.45am untuk menyiapkan kerja-kerja yang tergendala dek mata yang sepi mengajak untuk bermimpi..Bangun dan terus bukak lappy sayang, bukak projek yang nak kena buat...amik encik beruk dan cucuk encik beruk kat lappy sayang..pastu ngadap pulak muka buku..dengan mamainya bace post dari my akak berkenaan Aura Life - Jam... Jam terbalik? Ape yang terbalik? Nak tau lebih lanjut kenalah baca entri ni sampai abes...hehe (ayat pancing)


Mengikut apa yang dibaca jam lawan arus ni banyak kebaikannya:

"Gerakan jam yang mengikut arus fitrah akan mengubah persepsi pengguna untuk menempatkan sesuatu di bawah kawalan, membantu meringankan penyakit dan bertindak sebagai pencegahan terhadap gangguan radiasi tercemar." 


Sebagai contoh:

KELEBIHAN DAN KHASIAT JAM TANGAN KE KANAN BERTINDAK:
1) Sebagai pengimbang semulajadi setiap detik/saat
2) Menjadikan fikiran lebih tenang dengan penghantaran
mesej tenaga secara tetap dan sekata
3) Membantu mengawal rentak jantung
4) Mengharmonikan sistem kelenjar dengan rangsangan
sistem deria dalam mengesan berbagai bentuk maklumat
dari luar
5) Membantu yang bermasalah halunisasi (kerohanian)
6) Meningkatkan tekanan di sekitar tubuh bagi mengawal
dan mengimbangi aura/cahaya..

petikan dari Aura Life...info lebih lanjut klik SINI


===============================

Setelah baca entri pasal tu...aku pun teruja untuk mengetahui info lebih lanjut pasal lawan arus ni so aku pon dok tanya-tanya dekat pak cik G yang bek hati...maka terjumpa satu entri oleh Ipai kot nama dia...Rajin benau dia membaca....

=============================================
Salam
Aku pernah mendengar ustaz aku berkata dalam ceramahnya;


Dalam dunia ni, hanya jam je berputar ikut arah jam. Selain daripada jam semuanya ikut arah lawan jam


Jadi cuba kita ingat balik, setiap kali korang mengacau minuman kordial atau memasak kuah di dapur, korang mengacau ia dengan mengikut arah putaran jam atau mengikut arah lawan jam ?


Kerana mengikut sunnah Rasulullah SAW, baginda akan mengacau minuman dan mengacau makanan yang dimasak dengan putaran arah lawan jam. Setiap sunnah yang diajarkan kepada kita memang mempunyai kelebihan dan mempunyai sebab yang tersirat. Mungkin kita bertanya dalam diri kita, mengapa begini dan mengapa bukan begitu ?

Kat sekolah dulu kita pernah belajar Petua tangan kanan dalam matapelajaran Fizik/Sains;



Petua tangan kanan ini digunakan untuk menentukan arah pergerakan berdasarkan arah putaran yang berlaku. Merujuk kepada gambar di atas, 4 jari yang membengkok itu merupakan arah putaran, dan ibu jari merupakan arah pergerakannya. 
Jangan malu, jangan segan, praktikan dengan tangan kanan korang. Sekarang bandingkan ia dengan arah putaran jam. Adakah ia lawan jam atau mengikut putaran jam ?


Dalam hukum/petua yang sama ini, jika ada sebatang konduktor yang di kelililingi oleh arus yang mengalir mengikut arah lawan jam (seperti dalam rajah), maka akan terhasil suatu daya elektromagnetik yang menghala ke atas. 


Mari kita lihat contoh lain;

Dalam mengerjakan ibadat haji/umrah, dalam bertawaf para pelaku ibadah haruslah memastikan bahu kiri mereka sentiasa terarah kepada Kaabah. Dan apabila kita melihat kepada putaran jemaah tawaf ini, mereka pun  sedang berputar mengikut arah lawan jam. 

Dengan mengaplikasikan teori yang dinyatakan di atas, ibadat tawaf ini telah menghasilkan satu gelombang elektromagnet yang sangat besar. Putaran arah lawan jam ini telah menghasilkan satu tenaga ke arah atas Kaabah. Kerana itulah berdoa di kawasan Kaabah adalah sangat mustajab, kerana kekuatan doa kita menjadi berlipat kali ganda dan menumpang gelombang eletromagnetik yang dihasilkan. 



Antara contoh lain dalam wayar elektrik;


Arah putaran magnetik menentukan arah pergerakan arus eletrik dalam wayar.


 Sumber: tactic-tech.com
Ingat tak pernah buat eksperimen ni kat sekolah dulu. Kita guna petua tangan kanan ni, untuk tentukan arah arus eletrik daripada positif ke negatif.


Boleh juga dilihat dalam pergerakan elektron dalam atom;
Pergerakan elektron dalam atom adalah mengikut putaran arah lawan jam



Boleh juga dilihat dalam sistem solar kita;




Bumi, planet lain dan Matahari juga berputar pada putaran arah lawan jam.


Jadi marilah kita cuba mengamalkan sunnah Rasulullah ini dengan sebaik-baiknya. Belajar membiasakan diri kita dengan mengacau minuman dan memasak dengan putaran arah lawan jam. Moga ibadah mengacau juga kita boleh amalkan dengan ilmu di samping mendapat manfaat terbaik untuk diri kita.



==========================================

Setelah bace...apa komen anda?
Banyak perkara sebenarnya ikut lawan arus ni kan...

Well, sebenarnya kenapa aku terlalu teruja pasal lawan arus ni adalah kerana aku memiliki seutas jam tangan yang lawan arus...hehe...dan aku jugak ada belikan seutas lagi jam ni untuk akak aku...
Beli tanpa sengaja sebenarnya...auntie kedai tu dah cakap jam tu terbalik tapi aku ingat jam tu diletak terbalik so main amik jela...bile kawan aku tanya jam pukul berapa baru aku terkejut badak tgk kenapa jam aku pelik bagai ni....kehkehkeh..




Beli kat Plaza ape ntah kat bandar A.Star yang dekat dengan Pekan Rabu tu...
Sangat2 suke jam ni...sekarang ni otakku sangat lambat bila tengok jam normal...^^





Tuesday, August 9, 2011

The Truly of Wong Fei Hung...tak kusangka...


Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.



Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.




Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus.

Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri.

Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.

Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amin.





Sumber k0pi n pasta: Teh Secawan 

Popular Posts

cenyuM.CenGet

cenyuM.CenGet
ngee^^

Dup Dap Dup Dap

Hari Bahagia SeAntero Dunia!!

Tetap berjalan walau mati~

Daisypath Friendship tickers

....

Daisypath Friendship tickers

Banyak lagi dalam Cenyum:Cenget

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...